Sigit menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sragen sedang dalam proses merumuskan kebijakan pembebasan PBB bagi keluarga miskin, guru berpenghasilan rendah, penyandang disabilitas, dan pahlawan.
“Surat Keputusan Bupati mengenai kategori khusus yang PBB-nya digratiskan, segera kami keluarkan,” tegasnya.
Terkait pembebasan PBB dengan kategori “guru berpenghasilan rendah”, bupati menjelaskan, kebijakan itu merupakan bentuk penghormatan bagi para pengajar, yang memiliki peranan penting dalam tercapainya tujuan bernegara.
“Mengapa guru termasuk, padahal guru sudah memiliki gaji? Karena guru berperan penting dalam mewujudkan cita-cita negara,” jelas Sigit.
Dalam Safari Ramadan yang juga dihadiri Wakil Bupati Sragen, Suroto tersebut, disalurkan sembako sebanyak 430 paket untuk Warga Gemantar, dan 350 paket untuk Warga Trombol, bantuan RTLH bagi dua orang dari masing-masing desa, serta Al-Qur’an kepada takmir masjid. (*)
