Sementara itu, Wahyu, seorang sopir angkot berpendapat, keberadaan kolam retensi menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terdampak banjir dan rob.
Menurutnya, upaya pengendalian yang selama ini mengandalkan pompa dan peninggian jalan tidak cukup. Sehingga dia berharap pengerjaan proyek tersebut bisa segera selesai, supaya banjir dan rob tidak lagi terjadi.
“Harapannya masyarakat segera tertangani, kasihan warga yang terdampak seperti di pesisir itu banyak yang kehilangan mata pencahariannya,” ucap warga Muktiharjo Kidul, Kota Semarang tersebut.
Terkait pembangunan kolam retensi Sriwulan dan Teboyo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak 3, Dadang Ismu Hardianto mengungkapkan, kolam retensi tersebut nantinya akan menyatu dengan tanggul laut raksasa.
Diungkapkan, kolam retensi Terboyo memiliki luas hampir 189 hektare dengan daya tampung mencapai 6 juta meter kubik air. Adapun kolam retensi Sriwulan seluas 28 hektare mampu menampung lebih dari 1 juta meter kubik air.
