Nantinya di setiap kolam ada rumah pompa yang berfungsi mengalirkan air ke laut. Di masing-masing rumah pompa beroperasi empat unit pompa besar dengan kekuatan 5.000 liter per detik, dan dua pompa kecil berkekuatan 500 liter per detik.
“Kalau kolam retensi Ternboyo juga ada enam. Kita menyediakan enam pompa dengan kapasitas sama, 5 ribu liter per detik yang besar, yang kecil ada 500 liter per detik,” ungkap Dadang, saat meninjau progres pembangunan kolam retensi di Semarang, Kamis 5 Juni 2025.
Ia menjelaskan, kolam retensi akan berfungsi mengendalikan banjir dan rob. Teknisnya, air dari jalan raya akan masuk ke saluran drainse, lalu mengalir ke berbagai sungai hingga bermuara ke kolam. Setelah itu, air yang tertampung dibuang ke laut melalui pompa.
Kata Dadang, progres pembangunan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan sudah 27 persen. Saat ini sedang berproses perbaikan tanah dasar untuk dirancang fondasi bangunan. Pihaknya juga tengah melakukan upaya pembebasan lahan.
Pihaknya menargetkan pengerjaan kolam retensi Sriwulan dan Terboyo akan rampung pada September 2026, dengan catatan pembebasan lahan harus selesai pada Desember 2025.
