Sabar dengan Gaji Kecil Sebagai Guru Madrasah, Amin Supari Diganjar Umrah Tahun 2025

Ia pun tinggal di ruang kosong salah satu kelas di PGAN Semarang pada tahun 1990. Siangnya belajar, malamnya mengajar anak-anak TPQ di masjid PGAN Semarang.

Tak banyak yang tahu, pemuda kurus yang tinggal sendirian itu punya cita-cita besar: ingin hidup bermanfaat lewat ilmu agama dan pendidikan.

Lulus dari PGAN, Amin berkelana ke Ungaran. Ia bekerja di PT Polyplas Daya Utama sembari nyantri di Pondok Pesantren Al Hikmah, Gedanganak, Ungaran Timur.

Hidup seadanya tak membuatnya kehilangan semangat. Siang bekerja, malam belajar agama.

Kesungguhannya menarik perhatian KH Zarkasi, pengasuh pondok. Tak hanya dijadikan santri kepercayaan, Amin juga dipinang sebagai menantu.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *