“Anda orang pergerakan yang tidak boleh berhenti dan berjalan di tempat. Bergerak kemudian bersama-sama kita lakukan eksplorasi di Jawa Tengah,” pesan Luthfi kepada para keder PMII.
Dia membeberkan, persoalan kemiskinan menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama. Saat ini kondisi kemiskinan di Jawa Tengah berada pada angka 9,48%, turun dari data September 2024 sebesar 9,58%. Indikator kemiskinan yang paling utama adalah pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, kemudian rumah layak huni.
Bantuan yang digelontorkan terkait beberapa indikator itu harus tepat sasaran. Mahasiswa yang memiliki energi lebih dan visi-misi yang jelas, diminta ikut mengawasi dan melaporkan hasilnya, untuk dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
“Mahasiswa kita minta untuk ikut mengawasi. Dengan bersama-sama itu kita akan mampu menunjukkan, bahwa Jawa Tengah bisa maju berkelanjutan. Kalau kolaborasi itu bisa dilakukan, maka itulah tangan terkepal maju ke muka,” tandas Luthfi. (*)
