Menyibak Sejarah Hari Jadi Jawa Tengah, Prof Singgih: Barometer Kemerdekaan Indonesia

Sementara itu, dari sisi anak muda, Duta Wisata Kabupaten Temanggung 2025, Muhammad Luthfi Firdaus, berpendapat, makna Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah sebagai pengingat bagi generasi milenial.

“Bahwa kita punya warisan budaya dan sejarah yang harus dijaga. Ini menjadi momentum untuk membuktikan, anak muda harus siap menjadi bagian dari kemajuan daerah dengan cara yang kreatif dan relevan di era digital,” ucapnya.

Sebagai generasi zilenial, Luthfi berharap Jawa Tengah semakin ramah dan terbuka terhadap ide dan gagasan baru anak muda. Dia ingin melihat lebih banyak ruang bagi inovasi, wirausaha kreatif, dan kolaborasi, bisa mengangkat potensi daerah ke level yang lebih luas.

“Ke depan, kontribusi yang akan kami lakukan untuk Jawa Tengah, yakni terus mempromosikan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Jawa Tengah melalui media digital dan kegiatan kolaborasi lintas sektor. Anak muda bisa jadi jembatan antara kearifan lokal dan tren global,” ujarnya.

Mewakili anak muda, Luthfi juga berharap para pemimpin Jawa Tengah, dapat melihat anak muda sebagai mitra strategis dalam membangun daerah. Berilah kepercayaan dan kesempatan, karena energi muda dapat menjadi mesin penggerak inovasi untuk masa depan daerah yang lebih baik.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *