Januari-Agustus Terjadi 40 Kebakaran di Kota Yogyakarta, Konsleting Listrik Penyebab Terbesar

Program edukasi kebakaran sudah berjalan lebih dari 30 kegiatan dan ditambah kegiatan mandiri yang digagas masyarakat di tingkat kampung maupun RW, yang digelar seminggu sekali. Namun keterbatasan sumber daya manusia (SDM) membuat Damkarnat harus berbagi tenaga dengan program lain, seperti “Go to School” yang menyasar anak-anak usia dini melalui kunjungan TK/PAUD ke kantor Damkarmat, hingga pelatihan peningkatan kapasitas relawan.

“Kesadaran masyarakat harus terus didorong. Mulai dari memperhatikan kondisi kabel di rumah, mengganti jaringan listrik yang sudah tua, hingga memastikan kualitas instalasi sesuai standar,” tambahnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik, terutama saat memakai colokan dan stop kontak. Beban sambungan listrik yang terlalu banyak dapat menimbulkan panas berlebih dan berujung kebakaran.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, serta memastikan kondisi rumah aman saat bepergian. Hal kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan, meninggalkan lilin menyala, atau menggunakan obat nyamuk bakar di dekat kasur bisa menjadi pemicu kebakaran.

“Pemilihan kabel listrik harus disesuaikan dengan kebutuhan beban. Jangan sampai ceroboh, karena dampaknya bisa fatal,” tegasnya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *