Setidaknya ada delapan program prioritas kawasan tersebut, di antaranya sentra melon premium, kebun petik kelengkeng, penggemukan domba/kambing, ternak ayam petelur rumahan, pertanian jagung. Kemudian pengelolaan sampah rumah tangga, dana abadi komunitas, kios grosir bahan pokok, dan satu keluarga satu sarjana.
Sumarno mengatakan, program itu selaras dengan program Pemprov Jateng yang sedang menumbuhkan ekonomi berbasis kawasan atau aglomerasi wilayah.
“Jadi ini tidak berdiri sendiri, saling dukung, dan saling memberi kesempatan. Tentu saja akan menjadi kekuatan yang lebih, untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya, dilansir dari jatengprov.go.id, Kamis 18 September 2025.
Pemerintah Provinsi Jateng, imbuh Sumarno, sangat mendukung program tersebut, karena melakukan pemberdayaan desa dengan berbasis kawasan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, setiap program yang digarap akan bisa sukses bila dibangun dengan ekosistem yang baik. Kolaborasi produktif tersebut harus terus dilakukan dari hulu ke hilir, supaya menghasilkan produk ekonomi yang berkelanjutan.
“Program percontohan ini merupakan pematangan dari seluruh rangkaian yang dilakukan oleh pemerintah maupun nonpemerintah. Inilah yang akan menjadi harapan kita, mendorong ekosistem itu tumbuh dan berkembang di masyarakat desa kita,” beber dia.
Cak Imin, sapaannya, juga berharap, Kawasan Produksi Widuri di Kendal ini bisa direplikasi di daerah-daerah lain. (*)
