Kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng Capai 98,68%, Keaktifannya Terus Digenjot

“Tadi arahannya (dari Gubernur) kita lakukan sosialisasi bersama. Tidak hanya di level provinsi, namun juga kabupaten/ kota, supaya masyarakat yang mampu bisa dengan kesadarannya mendaftarkan dan membayar iuran tepat waktu,” beber Yessi, dilansir dari jatengprov.go.id.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, fasilitas BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat, untuk mendapatkan layanan kesehatan paripurna, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Dia menandaskan, jangan sampai masyarakat kurang mampu dan pekerja informal tidak tercover.

“Prioritas kita kepada orang yang membutuhkan, jangan sampai mereka tidak memiliki pelayanan paripurna untuk BPJS. Saran saya, sosialisasi terus ke mereka, kita harus jemput bola,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar menambahkan, pemetaan data dari BPJS Kesehatan serta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/ Kota, akan terus didorong. Harapannya, siapa pun masyarakat Jawa Tengah, jangan sampai jauh dari layanan kesehatan.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *