Pemkot Yogyakarta Luncurkan Aplikasi GeoTaktis, Perkuat Kebijakan Berbasis Data Geospasial Penduduk Berisiko

Melalui data geospasial yang kini dikembangkan, Hasto menilai Pemerintah Kota Yogyakarta telah selangkah lebih maju. Ia menyebut, role data yang sudah dimiliki saat ini tergolong bagus dan perlu terus dilatih agar semakin terampil dalam menginterpretasikan dan meng-overlay data dari berbagai sumber.

“Datanya sudah bagus, hanya saja mereka perlu dilatih agar bisa menjelaskannya dengan sederhana. Saya minta nanti bisa divisualisasikan dalam bentuk gambar, misalnya potret satelit yang menunjukkan gambar rumah-rumah. Setiap rumah bisa diklik, lalu muncul datanya  nama kepala keluarga, alamat, dan keterangan lainnya,” ungkapnya.

Hasto mencontohkan pemanfaatan data tersebut dalam program penanganan stunting. Data anak stunting dapat di-overlay dengan data kondisi rumah, jamban, atau tingkat kesejahteraan keluarga, sehingga dapat diketahui secara spesifik intervensi yang dibutuhkan.

“Misalnya dari 90 anak stunting, ternyata ada 5 keluarga yang belum punya jamban sehat. Maka fokusnya kita ke 5 keluarga itu dulu. Jadi jelas, terarah, dan cepat,” terang Hasto.

Hasto juga menekankan pentingnya menjaga validitas data agar selalu hidup dan tidak sekadar menjadi arsip yang tidak dimanfaatkan.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *