Pemkot Yogyakarta Luncurkan Aplikasi GeoTaktis, Perkuat Kebijakan Berbasis Data Geospasial Penduduk Berisiko

“Geotaktis merupakan bagian dari Business Intelligent untuk Kebijakan Kota Yogyakarta. Melalui sistem ini, data sektoral dioverlay dengan data kependudukan yang terdiri dari data penduduk dan data keluarga, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif untuk perencanaan dan pengambilan keputusan,” terang Septi.

Lebih lanjut, Septi menjelaskan bahwa dalam sistem BIJAK juga terdapat komponen lain bernama Biotaktis, yaitu penyajian data bio-spasial penduduk berisiko. Penduduk berisiko ini diidentifikasi berdasarkan data kependudukan dengan berbagai atribut dari keluarga berisiko, yakni keluarga yang memiliki faktor-faktor risiko yang dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan anggotanya, baik secara fisik, mental, sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

“Keluarga berisiko perlu mendapat perhatian khusus untuk mencegah munculnya masalah kesehatan seperti stunting. Dengan identifikasi dan penanganan yang tepat, mereka dapat dibimbing untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Melalui Biotaktis, data dari berbagai sektor diolah menjadi wawasan taktis yang dapat dimanfaatkan untuk identifikasi, analisis, serta pengambilan kebijakan secara lebih efisien dan tepat sasaran. Biotaktis menampilkan data penduduk berisiko dalam bentuk peta spasial hingga ke tingkat kemantren, kelurahan, RT/RW, bahkan titik koordinat individu, lengkap dengan data agregat untuk analisis makro.

Selain data agregat, sistem Geotaktis juga menyediakan data By Name By Address atau BNBA, yang hanya dapat diakses oleh pimpinan untuk kebutuhan pengambilan keputusan strategis.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *