Dengan program tersebut, Pemprov Jateng optimistis target nasional penurunan AKI dan eliminasi TBC bisa tercapai lebih cepat. “Kalau layanan dekat dan gratis, masyarakat pasti mau berobat,” tutup Yunita.
Dokter umum Brianita Rizki yang menangani poli paru di Balai Desa Wonoharjo mengatakan, ada 16 pasien yang diperiksa. “Alhamdulillah sebagian besar hasilnya aman, tapi satu pasien positif TBC,” ujarnya.
Brianita, sebagian pasien datang dengan keluhan batuk, atau punya riwayat kontak dengan penderita TB. “Kalau ditemukan positif, langsung kita obati sesuai protokol, bisa di Puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Warga Desa Wonoharjo, Sunarti, mengaku senang bisa ikut pemeriksaan gratis. Dia mendapatkan pemeriksaan untuk mengecek apakah dirinya terkena TBC atau tidak.
“Tadi dirontgen, ketemu dokter spesialis langsung. Senang banget, apalagi gratis,” katanya.
Hal senada disampaikan Maryati, warga lainnya. Sebab, kalau dia harus berobat sendiri, biayanya mahal.
“Kalau berobat sendiri mahal. Program ini sangat membantu, semoga terus berlanjut. Terima kasih Pak Gubernur,” ucapnya.
Tak hanya TBC, layanan Speling juga menyediakan pemeriksaan kehamilan gratis. Bahkan, petugas mendatangi rumah warga, salah satunya Sunarni. Petugas memeriksa kesehatan kandungannya. “Terima kasih Pak Gubernur, program ini sangat membantu,” ujarnya. (*)
