Staf Bidang Perkebunan pada Distan Pangan Kabupaten Magelang, Sistiyana mengungkapkan, proses pembuatan daun tembakau krosok sangat sederhana. Hanya mengandalkan tiupan angin dalam proses pengeringan.
“Pemicunya adalah karena para petani kesulitan untuk mendapatkan sengatan sinar matahari akibat cuaca ekstrem. Apa lagi suhu udara di dataran tinggi cenderung lembab,” tuturnya.
Mengenai cara pembuatan tembakau krosok, bagian pangkal daun ditusuk dengan bilahan bambu. Beberapa lembar daun tembakau dijadikan satu lalu digantung dalam satu tempat yang terlindung dari curah hujan.
Proses pengeringan daun tembakau krosok relatif lama. Berkisar antara 15-20 hari. Karena daerah atas memiliki kelembaban lebih tinggi dibanding dataran rendah.
“Tetapi, yang pasti lebih cepat laku dan masalah kualitas pun relatif tidak perlu diperdebatkan lagi,” ujar Romza Ernawan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang.
