Pemkot Yogyakarta Tata Kembali Pedagang Pasar Terban, Akhir Tahun Tempati Bangunan Baru

“Bagus sekali kayak mal, luas. Masukannya perlu dibuatkan bak kontrol di depan RPA. Itu penting karena takutnya ada bulu-bulu ayam dan limbah padat kecil-kecil yang terbawa akan menyumbat saluran limbah dan harus membuka di saluran induk. Kalau ada bak kontrol di RPA bisa dibersihkan di bak kontrol tanpa buka saluran induk,” tutur Margono saat dikonfirmasi, Senin 3 November 2025.

Dia menyampaikan penempatan kembali pedagang ke Pasar Terban akan dilakukan dengan pengundian dan cara itu dinilainya cukup adil. Selama menempati lapak sementara di Babaran, rata-rata ia menjual daging ayam mencapai 200-300 ekor. Saat menempati Pasar Terban dia bisa menjual 500-750 ekor. Ia berharap penempatan kembali ke Pasar Terban bisa memulihkan penjualan.

Margono yang juga mantan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Terban itu berharap adanya sosialisasi terkait retribusi Pasar Terban karena setelah direvitalisasi pasar akan naik kelas. Pihaknya siap menyesuaikan karena fasilitas pasar yang didapat lebih bagus dan luas.

“Pasar terban yang baru kelasnya akan jadi kelas satu dari sebelumnya kelas empat. Makanya harus cepat disosialisasikan retribusi,” tandasnya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *