Jalan Penghubung 2 Dusun di Desa Kemambang Banyubiru Tertutup Longsor

Selain pembersihan, lanjut Alex, di lokasi longsor juga dipasang trucuk bambu. Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. “Harapannya tidak ada longsor susulan, karena cuaca masih hujan. Untuk sementara jalan yang tertimbun longsor belum bisa dilewati kendaraan. Kami sudah sampaikan kepada Camat dan Kades,” ujarnya.

Menurut Alex, kejadian longsor mengakibatkan jalan yang menghubungkan Dusun Bakalan dengan Dusun Kemambang mengganggu kelancaran aktivitas warga sekitar. Sebab warga harus memutar melalui Wirogomo. “Selisih jaraknya kurang lebih dua kilometer dibandingkan lewat jalan yang tertimbun longsor,” ungkapnya.

Alex menyampaikan, di Kecamatan Banyubiru seperti Desa Sepakung, Wirogomo, Kemambang, dan Desa Banyubiru terdapat beberapa titik yang merupakan daerah rawan bencana, terutama tanah longsor. Sehingga perlu ada langkah antisipasi kebencanaan.

“Tanggal 20-21 Desember kita akan mengadakan gladi lapangan sebagai latihan untuk antisipasi ketika ada kejadian kebencanaan di Desa Wirogomo. Kita libatkan stakeholder yang ada, dalam hal ini komunitas relawan dan destana di Wirogomo,” imbuhnya. (rbd)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *