Dia mengatakan, pembangunan tanggul laut secara keseluruhan di Pantura Jawa membutuhkan waktu 20-30 tahun. Untuk percepatan prioritas pembangunan di Teluk Jakarta dan Semarang, diperkirakan butuh waktu delapan tahun.
Pihaknya ingin keberagaman metode dalam pembangunan giant sea wall. Ada yang dibangun menggunakan full beton, namun ada juga yang hanya dengan penguatan ekosistem hutan mangrove.
“Yang mangrovenya masih kuat, maka akan dilakukan penguatan terhadap mangrovenya. Pada bagian-bagian tertentu, mungkin cukup (penguatan) tanggul pantai,” ucapnya.
Saat ini, kata Suhajar, Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa bersama Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut, sedang melakukan survei batimetri dan soil investigasi (penyelidikan tanah) di Teluk Semarang dan Jakarta. Survei di Teluk Semarang sudah mencapai 70% lebih.
Setelah survei selesai, kemudian dilanjutkan pekerjaan konsultan, rencananya dimulai pada Januari 2026. Diperkirakan pekerjaan konsultan akan berjalan lebih kurang enam bulan untuk merancang desain, sekaligus menghitung dampak-dampak sosialnya.
