“Yang utama adalah keselamatan dan kesehatan warga. Itu yang kami dahulukan,” tegasnya.
Selain layanan kesehatan, Gus Yasin juga menaruh perhatian pada pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi. Dia meminta penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi, agar tidak menumpuk di satu titik dan benar-benar tepat sasaran.
“Saya harap relawan atau masyarakat yang menyalurkan bantuan bisa berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial, supaya pembagiannya merata dan sesuai kebutuhan,” tandasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan senilai Rp182.236.270. Bantuan itu terdiri atas logistik makanan dan nonmakanan, satu ton beras, serta obat-obatan untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Muhammad Ali menjelaskan, banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Bremi meluap. Ketinggian air sempat mencapai 130 sentimeter, dan memaksa ratusan warga mengungsi sejak Jumat 16 Januari 2026.
