Namun, kondisi mulai berangsur membaik. Pada Senin 19 Januari 2026, ketinggian air dilaporkan menurun, seiring berkurangnya intensitas hujan dan upaya pompanisasi yang membuahkan hasil. “Sebagian besar pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, tetapi kami tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, banjir berdampak pada 2.362 kepala keluarga atau 14.210 jiwa, yang tersebar di tujuh desa pada lima kecamatan, yakni Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, dan Wonokerto. Dari jumlah tersebut, sebanyak 945 jiwa sempat mengungsi. (*)
