SEMARANG, Cakram.net – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun desa menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan Indeks Desa (ID) Tahun 2025, jumlah desa mandiri di Jawa Tengah melonjak menjadi 2.208 desa, meningkat tajam dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 1.530 desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyatakan bahwa peningkatan jumlah desa mandiri ini mencerminkan keberhasilan kebijakan pembangunan desa yang dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
“Lonjakan desa mandiri ini menunjukkan bahwa pembangunan desa di Jawa Tengah semakin merata dan berjalan ke arah yang tepat,” ujar Nadi Santoso, seperti yang dilansir dari jatengprov.go.id, Senin 26 Januari 2026.
Nadi menjelaskan, penilaian status desa pada 2025 tidak lagi menggunakan Indeks Desa Membangun (IDM), melainkan beralih ke Indeks Desa (ID), dengan sejumlah perubahan indikator sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 9 Tahun 2024.
Dalam Indeks Desa, kemajuan desa diukur melalui enam dimensi penilaian, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa, yang memberikan gambaran pembangunan yang lebih komprehensif.
