Berdasarkan data Indeks Desa 2025, status desa di Jawa Tengah terdiri dari 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, dan 15 desa tertinggal. Desa dengan status sangat tertinggal sudah tidak ada lagi di Jawa Tengah.
Menurut Nadi, peningkatan status desa ini tidak lepas dari pendekatan kolaboratif lintas organisasi perangkat desa (OPD) yang terus didorong oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Meskipun masih ada desa tertinggal, lanjut Nadi, hal itu disebabkan oleh penyesuaian indikator dalam peralihan metode penilaian dari IDM ke ID.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh desa tertinggal dapat segera naik kelas melalui pendampingan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Membangun desa tidak bisa dikerjakan oleh satu OPD saja. Semua sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur terlibat dalam penilaian indeks desa, sehingga kolaborasi antar semua pihak sangat diperlukan,” tambahnya.
Salah satu faktor utama dalam capaian tersebut adalah peningkatan bantuan keuangan desa dari Pemprov Jawa Tengah. Pada 2024, bantuan keuangan desa mencapai Rp1,6 triliun, dan meningkat menjadi Rp1,7 triliun pada 2025.
