Wali Kota Magelang Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis bagi Pegawai Baru RSUD Tidar

“Pelayanan yang cepat memang penting, tetapi keselamatan tetap nomor satu. Setiap prosedur wajib dilaksanakan sesuai standar, dengan komunikasi yang efektif dan humanis,” tegasnya.

Wali Kota menyampaikan kualitas rumah sakit tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari sikap dan cara seluruh jajaran dalam melayani pasien. “Koordinasi, saling menghargai, dan komunikasi yang baik menjadi kunci terwujudnya pelayanan yang terintegrasi dan efisien,” imbuhnya.

Damar melarang segala bentuk praktik pungutan liar, titipan, maupun bentuk penyimpangan lainnya di lingkungan RSUD Tidar. “Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar rumah sakit. Integritas adalah prinsip yang tidak bisa ditawar,” katanya.

Selain itu, RSUD Tidar diharapkan menjadi rumah sakit yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan warga kurang mampu. Pelayanan kesehatan tidak boleh diskriminatif, baik terhadap pasien peserta BPJS maupun pasien umum.

Ketua Penyelenggara Penerimaan Pegawai Non-PNS RSUD Tidar Kota Magelang, Junaedi Wibawa, menjelaskan penerimaan pegawai dilakukan berdasarkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan RSUD Tidar. “Dasar penerimaan pegawai non-PNS ini salah satunya adalah kebutuhan SDM untuk mendukung peningkatan pelayanan di RSUD Tidar Kota Magelang,” jelasnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *