“Bantuan Pemerintah Jawa Tengah terus berlanjut untuk korban banjir di Kabupaten Pekalongan melalui Dinsos, BPBD dan Dishanpan setempat serta dari Korpri Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.
Selain itu, sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sejumlah sarana dan prasarana diterjunkan total 12 mobile pompa. Yakni delapan unit pompa dari DPUPR Provinsi Jawa Tengah, dan empat unit pompa dari BPBD Kabupaten/kota 4 unit pompa (Demak, Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Pemalang).
“Selain pompanisasi, Pemprov Jateng juga melakukan penanganan darurat dengan peninggian tanggul menggunakan sandbag, bekerja sama pemprov, Pusdataru, DPUPR dengan TNI dan Polri,” ujar Bergas.
Dia juga menjelaskan, penyebab banjir di Pekalongan sulit surut diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, ditambah limpasan air dari Sungai Sengkarang dan Sungai Meduri. Diperparah dengan kondisi wilayah yang berupa daerah cekungan. “Kami dari pemerintah akan terus berupaya melakukan penanganan, agar banjir segera surut,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menambahkan, sejak mula Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah memberikan perhatian kepada para korban banjir di Kabupaten maupun Kota Pekalongan. “Kami sudah mengirimkan bantuan ratusan juta (rupiah) untuk para korban banjir di sana,” katanya.
