Penantian Sejak 2017 Berakhir, Embung Karangjati Blora Resmi Beroperasi, Petani Tak Lagi Andalkan Hujan

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas terwujudnya Embung Karangjati tersebut. Sebab, embung tersebut sudah dinanti-nanti oleh kelompok tani dan masyarakat sekitar sejak 2017 silam. “Awalnya ini masuk proyek strategis nasional, tetapi respons Pemprov Jateng lebih cepat, sehingga bisa dibangun tahun ini selesai,” katanya.

Keberadaan Embung Karangjati tersebut diharapkan bisa memicu pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Blora. Dia juga berharap lebih banyak lagi embung-embung dibangun di Blora.

“Memang kami komitmen untuk mendukung ketahanan pangan tahun 2026. Untuk ternak kami terbesar di Jateng, jagung kedua, dan padi keenam. Embung ini akan meningkatkan produksi padi,” jelasnya.

Perwakilan kelompok tani setempat, Karyono, mengaku senang karena telah dibangunkan embung di kelurahannya. Embung tersebut sangat bermanfaat bagi kelompok tani Sidodadi di Kelurahan Karangjati. Masa tanam yang biasanya satu kali setahun diharapkan bisa bertambah setelah ada embung.

“Sumber air di sini tadah hujan. Tanam padi cuma sekali, kalau coba dua kali itu banyak gagalnya karena kurang air. Dengan bantuan embung ini bisa menanam sampai tiga kali,” jelasnya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *