Sejumlah langkah strategis yang diambil antara lain kanalisasi Rest Area. Untuk mengatasi antrean di pintu masuk Rest Area 456 B, polisi memberlakukan sistem kanalisasi. Pengendara yang tidak memiliki kebutuhan mendesak diarahkan menuju Rest Area 445 B yang berkapasitas lebih besar.
Selain itu, optimalisasi jalur arteri. Meski volume kendaraan tinggi, Polres Semarang memilih tidak menerapkan sistem contra flow di jalur arteri. Tidak hanya itu, tim urai Polres Semarang terus berkoordinasi dengan Polres Salatiga untuk memastikan aliran kendaraan tetap mengalir meski terjadi antrean di perbatasan.
“Di jalur arteri arus masih berjalan dengan baik. Kami meminimalisir titik perpotongan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang,” tambah Kapolres.
Terkait kemungkinan penerapan sistem satu arah (one way), pihak kepolisian menyatakan masih terus melakukan pemantauan dinamis. “Kami terus berkoordinasi intensif dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah untuk menyesuaikan rekayasa dengan perkembangan situasi di lapangan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas, dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima sebelum melanjutkan perjalanan. (rbd)
