Jelang May Day, Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jaga Kondusivitas Investasi di Jateng

Luthfi membeberkan, kondusivitas serta jaminan keamanan dan ketertiban wilayah, merupakan salah satu syarat penting investasi. Hal itu juga yang menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah. “Begitu tidak kondusif, maka investasi di tempat kita akan terganggu,” jelasnya.

Selaiin kondusivitas, syarat lain adalah perizinan yang mudah dan cepat. Pemprov Jateng berkomitmen akan mengawal seluruh perizinan bagi investasi yang masuk ke wilayahnya, serta memperbanyak kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, sehingga semakin memikat investasi.

Luthfi juga mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan upah tenaga kerja kompetitif. Peningkatan SDM dilakukan melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik, yang terkoneksi dengan perusahaan. Hal itu dilakukan agar SDM yang ada dapat terserap oleh investasi yang masuk, sehingga dapat menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin pekerja dan buruh bukan sebagai alat produksi, melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan,” jelasnya.

Gubernur menyatakan, berkat jaminan kondusivitas wilayah tersebut, realisasi investasi 2025 sebesar Rp88,5 triliun, terdiri atas Rp50,86 triliun penanaman modal asing (PMA) dan Rp37,64 triliun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sementara realisasi investasi untuk usaha mikro kecil (UMK) sebesar Rp21,52 triliun. Total keseluruhan investasi di Jawa Tengah pada 2025 sebesar Rp110,02 triliun.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *