“Sekitar 340 ribu tenaga kerja kita terserap industri sehingga mampu mereduksi tingkat pengangguran terbuka,” ungkapnya.
Tingginya investasi itu juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,37% pada 2025.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menyosialisasikan program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program yang menyasar anggota serikat pekerja dan serikat buruh tersebut, difasilitasi Bank Jateng dan Dinas Perakim Jawa Tengah.
“Harapannya nanti disosialisasikan dan ditindaklanjuti untuk anggota serikat pekerja dan serikat buruh, sehingga dapat mengakses perumahan dari program pemerintah tersebut,” katanya. (*)
