Tembus Pasar Jepang hingga AS, Bupati Temanggung Dorong Petani Tanam Edamame

Sehingga keberadaan PT. Kelola Agro Makmur dianggap cukup strategis, lantaran menerapkan mekanisme kemitraan yang absolut. Artinya, selain sistem pembelian yang jelas, sebelum proses penanaman dimulai, para petani juga sudah dapat mengetahui lebih awal masalah klasifikasi harga panenan, yakni berdasar proses sortasi yang dilakukan pihak perusahaan.

“Kami akan berusaha menghubungkan kepentingan petani sebagai penyedia bahan baku dengan PT. Kelola Agro Makmur selaku satu-satunya perusahaan di Jawa Tengah yang bergelut dalam bidang ekspor sayuran beku, khususnya jenis edamame dan buncis. Semoga nantinya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya kalangan petani,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Kelola Agro Makmur, Gema Ramadan, menyebut bahwa sayur beku yang mereka produksi sejauh ini memiliki pangsa pasar luar negeri yang cukup luas sebagai komoditas ekspor. Sejauh ini, pemasaran mereka sudah merambah ke sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, serta India.

Pihaknya menyebut, sejatinya sampai saat ini permintaan untuk pemenuhan ekspor masih terus berdatangan. Bahkan, cukup banyak negara yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk sayur beku dengan harga yang kompetitif. Terlebih, produk tersebut memiliki daya tahan hingga dua tahun.

Akan tetapi, ketersediaan bahan baku yang terbatas, menjadi kendala tersendiri bagi mereka untuk memperluas pemasaran. Saat ini, dengan kapasitas sekitar 50 ton, perusahaan baru mampu memproduksi sekitar 25 ton per hari.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *