Tembus Pasar Jepang hingga AS, Bupati Temanggung Dorong Petani Tanam Edamame

“Ke depan mungkin kami bisa memproduksi hingga 100 ton per hari. Dengan catatan mempersiapkan infrastruktur hingga masalah ketersediaan bahan baku terpenuhi. Oleh karenanya, kami mengharapkan terjadinya kerjasama apik dalam rangka meningkatkan secara maksimal kuantitas bahan baku dari tingkat petani. Sehingga, akan semakin bertambah dampak positifnya, termasuk serapan tenaga kerja,” urainya.

Salah seorang petani, sekaligus mitra PT. Kelola Agro Makmur, Ahmad Sudadi, mengungkap bahwa sistem kemitraan dalam pertanian kedelai edamame memiliki dampak yang cukup positif. Baik itu masalah kepastian harga, maupun kuota pembelian hasil panen, hingga bertambahnya penyerapan tenaga kerja.

“Kondisi Kabupaten Temanggung cocok untuk menanam kedelai edamame. Dibandingkan dengan tanaman padi, masih mending edamame. Karena lahan saya jenis tadah hujan, maka maksimal bisa dua kali panen dalam setahun. Di lahan seluas 0,5 hektare, hasil panenan yang diperoleh mencapai 4 ton, dengan harga Rp 7.500 per kilogram,” bebernya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *