Selain itu, Pemprov Jateng juga mengalokasikan Rp14,4 miliar melalui Perkada untuk perbaikan ruas Galeh-Ngrampal sepanjang satu kilometer. Penanganan ruas tersebut diperkuat dengan tambahan anggaran APBD murni sebesar Rp7,3 miliar untuk perbaikan sepanjang 700 meter.
Secara keseluruhan, total anggaran yang dikucurkan untuk dua ruas jalan provinsi di Sragen mencapai Rp38,2 miliar, dengan total panjang penanganan sekitar 2,7 kilometer.
Henggar menjelaskan, pekerjaan fisik ditargetkan mulai pada awal Agustus 2026. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima bulan.
“Mudah-mudahan nanti bisa terlaksana dengan baik. Di tahun 2027 mudah-mudahan nanti teralokasi lagi, sehingga penanganan bisa lebih cepat rampung,” katanya.
Ruas Galeh-Ngrampal sendiri memiliki panjang total 20,65 kilometer. Dari panjang tersebut, sekitar tujuh kilometer masih dalam kondisi rusak, dan membutuhkan penanganan bertahap.
Sebelumnya, pada 2025, Pemprov Jateng telah melakukan preservasi pada ruas Galeh-Ngrampal sepanjang 1.613 meter, dengan nilai kontrak Rp11,99 miliar. Pekerjaan meliputi pembangunan perkerasan beton, pelebaran jalan, overlay aspal, hingga pembangunan bangunan pelengkap jalan.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengapresiasi perhatian Gubernur Ahmad Luthfi terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurutnya, kerusakan jalan provinsi yang parah berada di jalan Jalan Sukowati.
