Gus Yasin—sapaan akrab Wagub—menegaskan, penerima beasiswa dalam negeri diharapkan tetap hadir secara fisik di kampus walau ada skema pembelajaran jarak jauh. Selain itu, seluruh penerima beasiswa diwajibkan kembali ke pondok pesantren masing-masing setelah lulus untuk mengabdikan ilmunya.
Ia menambahkan, Pemprov Jateng akan mengevaluasi pelaksanaan program perdana ini secara berkala. Jika dinilai sukses dan berdampak positif, program beasiswa serupa berpeluang kembali dibuka pada tahun mendatang. (*)
