Antisipasi Kekeringan, Pemkab Boyolali Salurkan 590 Ribu Liter Air Bersih dan Siapkan Pipanisasi

BOYOLALI, Cakram.net – Pemerintah Kabupaten Boyolali terus memperkuat mitigasi bencana kekeringan pada musim kemarau, khususnya di wilayah Boyolali Utara yang kerap mengalami krisis air bersih.

Menindaklanjuti arahan Bupati Boyolali Agus Irawan, Pemkab Boyolali telah memetakan wilayah rawan kekeringan sebagai acuan penanganan di lapangan. Hasilnya, terdapat sembilan kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan pada tahun ini.

Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Perumda Air Minum Tirta Ampera, dan Dinas Pertanian Boyolali untuk mendistribusikan bantuan air bersih.

Pada 30 Juli 2026, tim gabungan menyalurkan 18 tangki air bersih ke enam titik di Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, dan Musuk. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD per 3 Agustus 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 135 tangki atau sekitar 590.000 liter. Bantuan ini menjangkau 9.696 jiwa yang tersebar di 41 dukuh, 20 desa, dan 7 kecamatan.

Penyaluran bantuan terus berlanjut. Pada Rabu (5/8/2026), BPBD Boyolali kembali mendistribusikan 3 tangki air bersih kapasitas 5.000 liter di Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro, tepatnya di wilayah Bercak Kidul dan Ngasinan.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *