“Kalau lelenya sudah banyak, bapak ibu bisa menjualnya untuk menambah pendapatan keluarga,” ujar Nawal.
Tak hanya sektor pangan, pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga juga menjadi fokus. Kader PKK diimbau memperkuat pemilahan sampah, pembuatan pupuk organik, dan pengurangan plastik sekali pakai. Nawal turut mengenalkan program “Jelantah Menjadi Rupiah” berbasis sistem digital, yang memungkinkan warga mengonversi minyak goreng bekas menjadi nilai ekonomi.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), paket sembako, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pencegahan stunting, pengobatan massal, serta Cek Kesehatan Gratis.
Sementara itu, layanan administrasi kependudukan jemput bola “Mendoan Gratis” berhasil menerbitkan 88 Kartu Identitas Anak (KIA), 40 Kartu Keluarga (KK), 46 KTP-el, serta melayani tujuh perekaman KTP-el dan lima aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Rombongan kegiatan juga meninjau Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan PAUD setempat. (*)
