Pertumbuhan jumlah peserta turut meluaskan jangkauan geografis lomba. Tahun ini, peserta mancanegara berasal dari tujuh negara, di antaranya Selandia Baru, Prancis, Amerika Serikat, dan Inggris. Angka tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang diikuti pelari dari empat negara.
Khusus kategori 52 kilometer, penyelenggara melakukan penyesuaian rute. Meski begitu, rute utama tetap mengarahkan pelari menuju puncak Gunung Telomoyo serta melintasi tiga gunung. “Peserta melintasi tiga gunung, yaitu Gunung Gajah, Gunung Telomoyo, dan Gunung Kendil,” ujar Agus.
Bentang alam kawasan Kayuwangi menjadi daya tarik utama. Dari ketinggian, para pelari dapat menikmati pemandangan jajaran gunung sekaligus lanskap Kota Salatiga.
Dampak ajang ini terasa hingga ke perekonomian warga lokal. Keterbatasan fasilitas hotel di kawasan Kayuwangi membuat rumah-rumah warga dimanfaatkan sebagai hunian wisata (homestay) untuk menampung para peserta.
“Tentunya peserta yang menginap di rumah warga cukup banyak, mengingat keterbatasan jumlah hotel di desa ini,” jelas Agus.
