Gajah Trail Run Ultra 2026 Sedot 900 Pelari Dunia, Putaran Ekonomi Desa Tembus Rp4,5 Miliar

Sirkulasi belanja peserta mengalir ke berbagai sektor, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pariwisata. Agus memperkirakan rata-rata pengeluaran setiap peserta mencapai Rp5 juta, sudah termasuk biaya pendaftaran. Dengan total 900 peserta, potensi perputaran uang di kawasan tersebut menembus angka Rp4,5 miliar.

Manfaat ekonomi ini dirasakan langsung oleh daerah setempat dari peserta yang memperpanjang masa tinggalnya (length of stay). Salah satunya Rimba Simanjuntak, pelari kategori 52 kilometer asal Jakarta yang datang bersama lima rekannya.

GTR Ultra menjadi pengalaman virgin trail atau lomba lari lintas alam jarak 52 kilometer pertama bagi Rimba. “Kami sama-sama mengambil kategori 52 km. Ini pertama kali buat kami,” kata pria yang hampir berusia 60 tahun tersebut.

Rimba dan timnya menargetkan finis sebelum batas waktu (cut off time/COT) setelah menjalani persiapan fisik selama lima bulan. Ia bahkan tiba dua hari sebelum perlombaan dan berencana menetap dua hari setelahnya untuk bersilaturahmi dengan kerabat serta berwisata di area Semarang dan Salatiga.

Ia mengaku sempat berburu homestay milik warga agar dapat merasakan kehidupan lokal, tetapi seluruhnya telah habis dipesan (fully booked). “Penuh semua. Padahal homestay menarik untuk interaksi sosial, akhirnya kami memilih menginap di hotel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jawa Tengah, Anton Asfihani, mengimbau para peserta agar tetap mengutamakan keselamatan fisik ketimbang hanya mengejar catatan waktu. “Persiapkan diri kalian sebaik mungkin dan jangan abaikan tanda-tanda kelelahan selama berada di lintasan,” tegas Anton saat melepas (flag off) peserta kategori 52 kilometer.

GTR Ultra 2026 diselenggarakan oleh Escape Nice berkolaborasi dengan Karang Taruna setempat. Event ini terdaftar dalam International Trail Running Association (ITRA) serta berafiliasi dengan Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa maraknya ajang lari lintas alam di berbagai daerah merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan sport tourism (pariwisata berbasis olahraga) di Jawa Tengah. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *