Dalam paparannya, Damar memotivasi para peserta untuk terus meningkatkan nilai produk melalui konsistensi kualitas, pembangunan identitas merek (branding) yang kuat, keunikan produk, serta pelayanan prima kepada konsumen.
“Pelaku usaha juga perlu memahami kebutuhan pelanggan agar mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing tinggi dan mendorong pembelian berulang,” kata Damar.
Selain strategi pemasaran, aspek pengelolaan keuangan menjadi sorotan utama. Damar menekankan pentingnya membiasakan pencatatan arus kas (pemasukan dan pengeluaran), memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi atau rumah tangga, serta menghitung komponen biaya produksi secara cermat sebelum menetapkan harga jual. Dengan langkah tersebut, keputusan bisnis dapat diambil berdasarkan perhitungan yang rasional dan akurat.
Tidak hanya itu, pemanfaatan teknologi digital dinilai krusial agar produk lokal lebih mudah ditemukan konsumen, menyederhanakan proses pemesanan, serta mempermudah pencatatan stok dan transaksi harian. “Pengembangan usaha juga membutuhkan kesiapan produksi, pemenuhan pesanan yang tepat waktu, serta kelengkapan legalitas dan standar produk yang diperlukan,” imbuhnya.
Melalui pembekalan komprehensif ini, Pemkot Magelang optimistis para pelaku usaha mikro dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara langsung dalam operasional bisnis sehari-hari, sehingga mampu mendongkrak perekonomian daerah secara signifikan. (*)
