Jembatan yang membentang di atas Sungai Tambra ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 1,8 meter. Fasilitas publik tersebut dirancang khusus untuk pejalan kaki dan sepeda motor dengan kapasitas maksimal 40 orang secara bersamaan. Pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan mulai 23 April hingga 19 Oktober 2026.
Kepala Desa Langkap, Wahyu Wibowo, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasikannya impian warga yang telah diperjuangkan sejak tahun 1975.
“Alhamdulillah, apa yang kita impikan sejak 1975 akhirnya terealisasi tahun ini. Jembatan ini diharapkan meningkatkan perekonomian Desa Langkap, Kramat, Sirau, Tunjungmuli, dan sekitarnya, sekaligus mempererat silaturahmi,” ucap Wahyu.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mencatat bahwa jembatan ini langsung dimanfaatkan secara masif oleh warga bahkan sebelum resmi dibuka, yang kini mulai menggerakkan aktivitas perdagangan kecil di sekitar lokasi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga berkomitmen menganggarkan perbaikan akses jalan dari jembatan menuju Desa Langkap serta memasang lampu penerangan jalan di kedua sisi jembatan. Pemkab juga telah mengamankan sebagian lahan di sekitar lokasi untuk dikembangkan menjadi taman atau area berjualan.
