Penerima BPJS PBI di Kabupaten Semarang Kecewa, Jaminan Kesehatan Tiba-Tiba Tidak Aktif

UNGARAN, Cakram.net – Warga Kabupaten Semarang kecewa dengan penonaktifan jaminan sosial BPJS Kesehatan bagi penerima bantuan iuran (PBI). Akibatnya, banyak warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan secara gratis, baik untuk rawat jalan maupun rawat inap.

Pada Senin, 9 Februari 2026, sejumlah warga mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang untuk mengurus reaktivasi kepesertaan BPJS PBI yang dinonaktifkan mendadak.

Siti Khotijah warga Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, menceritakan soal kepesertaan BPJS PBI anaknya yang tiba-tiba tidak aktif. “Anak saya sempat menjalani rawat inap pada 15 Januari 2026, dan semuanya ditanggung BPJS. Begitu juga saat kontrol ke poli kardiologi pada 22 Januari. Namun, masalah muncul saat anak saya kembali kontrol ke poli lain pada 2 Februari. Ternyata, BPJS-nya sudah nonaktif,” ungkap Siti saat di Kantor Dinsos Kabupaten Semarang.

Kebingungannya semakin bertambah saat rumah sakit di Solo menyarankan dirinya untuk menghubungi Dinsos agar kepesertaan BPJS PBI anaknya diaktivasi. Setelah mengirimkan berbagai dokumen pendukung, Siti diminta menunggu proses reaktivasi yang memakan waktu beberapa hari. “Saya sempat khawatir, anak saya demam tinggi dan batuk. Untungnya, keesokan harinya BPJS anak saya sudah aktif kembali,” tambahnya.

Selain mengurus kepesertaan anaknya, Siti juga harus mengurus BPJS PBI miliknya yang nonaktif. “Saya butuh BPJS untuk perawatan gigi. Ke puskesmas nggak bisa, jadi harus ke rumah sakit,” jelasnya.

Siti mengaku betapa pentingnya BPJS PBI bagi dirinya dan keluarganya. “Anak saya rutin kontrol ke Rumah Sakit Moewardi Solo, kadang bisa sampai empat kali sebulan. Harapan saya, BPJS PBI ini tetap ada dan tidak dinonaktifkan lagi,” tuturnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *