“Seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 3,30 persen dari tahun 2020 sebesar -32,38 persen. Selanjutnya sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, dari pertumbuhan -7,98 persen pada tahun 2020 menjadi 5,92 persen pada tahun 2021,” ucap Ganjar.
Selain itu, Ganjar mengatakan, jumlah penduduk miskin di Jateng pada bulan September 2021 berjumlah 3,934 juta orang atau 11,25 persen berkurang sejumlah 185,92 ribu orang atau 0,59 persen.
“Lebih rendah dari bulan September 2020 berjumlah 4,119 juta orang atau 11,84 persen. Hal ini menunjukan keberhasilan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengentasan kemiskinan dimasa pandemi Covid-19,” tandas Ganjar. (rls)
