Bupati Semarang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup M Basari mengatakan komitmen yang digalang diharapkan dapat mendukung keberhasialan program penurunan angka stunting.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan. Komitmen yang telah diberikan diharapkan dapat menjamin kelangsungan program yang terintegrasi. Sehingga angka stunting dapat menurun,” katanya.
Sementara itu, Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Semarang, Bambang Pujiyarto menjelaskan ada 3.930 balita yang menderita stunting. Sebagian besar berada di Kecamatan Tengaran. Selain itu antara lain tersebar di Banyubiru, Bergas, Pringapus, Sumowono, Pabelan dan Bawen.
“Tahun ini ada 20 desa di delapan kecamatan yang menjadi lokasi penanganan stunting,” terangnya. (rls)
