Sendoko Tour itu sendiri dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (18-19 Juni) di desa setempat. Sendoko Tour sendiri mendapat perhatian penuh dari mahasiswa Untidar, Nur Ahmad. Ia ditunjuk dari Kemenristekdikti untuk menjadi pendamping Kebudayaan di Dusun Sendaren Karangrejo.
Nur Ahmad mengatakan aktivitas ini merupakan upaya masyarakat untuk menggaet wisatawan yang berkunjung ke Borobudur, untuk turun ke desa.
“Jadi kita berusaha membidik wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur untuk selanjutnya berkunjung ke desa-desa sekitar yang memiliki aneka macam kebudayaan,” ujarnya.
Bersama Andi Ansha, local guide dalam kegiatan ini, ia menjelaskan konsep acara ini adalah “ngangsu kaweruh” dengan berjalan kaki menuju pos-pos Edukasi Jathilan yang telah disiapkan.
Ada 5 pos yang disiapkan oleh panitia, yang pertama merupakan pos sejarah kesenian Jathilan Kudo Sendoko, Pos Gerak, Pos Bedah Filosofi Jathilan, Pos Tembang: Nandur Gadung dan pos terakhir merupakan Pos Gendurenan, dimana masyarakat, panitia dan pengunjung berbaur menjadi satu menikmati hidangan masakan ingkung ayam yang biasa ada dalam ritual kesenian Jathilan Kudo Sendoko.
