Perum Jasa Tirta I Dorong Pembangunan PLTS di Waduk Gajahmungkur dan Kedungombo

“Sebenarnya kapasitasnya lebih besar, karena semakin luas genangan waduk maka potensinya semakin besar. Tapi sesuai ketentuan, pemanfaatan permukaan waduk hanya diizinkan 5 persen,” jelasnya.

Kata Raymond, rencana pemanfaatan sumber EBT melalui PLTS di dua waduk tersebut harus segera diwujudkan karena penggunaan listrik pada siang hari saat ini banyak ditopang oleh energi fosil. Padahal ke depan energi fosil semakin mahal, sehingga pemakaian listrik di siang hari memanfatkan sumber EBT sementara pada malam hari dari PLTU atau PLTGU.

“Sumber EBT dapat mengisi yang siang hari, baik itu PLTA (pembangkit listri tenaga air), PLTS dan pembangkit EBT lainnya. Konsepnya begitu,” ujarnya.

Menurut Raymond, pembangunan PLTS relatif murah karena tidak perlu pembebasan lahan dan tidak ada konflik agraria. Sebab proses pembebasan lahan sudah selesai sejak dahulu.

“Urusan agraria sudah selesai, sehingga harganya bisa relatif murah. Perkiraan kami di harga 3 sen per kWh,” katanya sembari menyampaikan PLTS sedang dibangun di Waduk Cirata Jawa Barat tetapi belum rampung.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *