“Jadi harapannya warga lebih sehat dengan berkurangnya waktu banjir,” ujarnya.
Bantuan provinsi, juga dipakai untuk pembangunan jalan. Sebab, tanah di Desa Klareyan labil sehingga perlu jalan yang lebih bagus. Pembangunan jalan meliputi pengaspalan jalan, makadam, dan jalan beton.
“Harapan dengan adanya jalan yang bagus itu akan mengurangi pengeluaran, karena minimal biaya angkut jadi lebih mahal kalau jalan jelek. Kalau kondisi jalan lebih bagus kan cost-nya lebih sedikit . Contohnya, di tengah permukiman itu ada rigit beton, di wilayah persawahan itu ada makadam. Itu sangat membantu petani,” jelasnya.
Casyono, warga RT01/RW01 mengatakan, sebelum ada talud, lingkungan sekitar rumahnya kumuh. Selain tampak belum tertata, juga membahayakan orang yang melintas di dekat dengan saluran.
“Masalahnya kadang kakinya kena beling, kaca. Kalau ini kan sudah bersihlah. Tertatalah. Warga senang sekali termasuk saya ini. Tanahnya yang dulu longsor sekarang enggak. Yang kedua, ngurangin banjir. Tadinya banjir setiap kali hujan gede, sekarang mending. Kalau banjir ya sedikit ya. Tidak terlalu besar,” kata Casyono.
