Pemkot Yogyakarta Intensifkan Pengawasan Keamanan Bahan Pangan Selama Ramadan

Dari 269 sampel yang diambil tahun lalu, ditemukan beberapa sampel mengandung bahan berbahaya positif seperti boraks dan formalin. “Kami sudah menindaklanjuti kepada pedagang dengan meminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak menjual lagi barang tersebut,”jelasnya.

Ditambahkan, bahan tersebut ditemukan pada makanan, seperti teri asin ataupun kerupuk gendar. “Ikan teri ini kita masih intensif dan masif sementara dilakukan pengawasan di pasar Beringharjo. Karena pasar Beringharjo menjadi pusatnya kulakan dari pasar-pasar yang ada di Kota Yogyakarta,”ungkapnya.

Walaupun sementara ini belum ditemukan hasil bahan pangan mengandung formalin ataupun boraks, Ia berharap, dengan pemantauan, pengawasan dan monitoring ini pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Yogyakarta bebas dari bahan berbahaya. (*

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *