“Ini merupakan bagian dari acaraa budaya yang semakin meneguhkan bahwa Kota Yogya ingin terus menonjlolkan pelestarian budaya sebagai kekuatan masyarakat. Bagaimana kemudian jamasan ini juga simbol untuk menguatkan kembali moral dan karakter bagi Pemkot, dalam penyelenggaraan pemerintahan juga meningkatkan layanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Jumat 26 Juli 2024.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, jamasan Tombak Kyai Wijaya Mukti mengandung nilai-nilai bagi Pemkot bagaimana seorang pemimpin bisa menjalankan pemerintahan dan merawat Kota Yogya dengan lebih baik lagi.
“Sejalan dengan konsep Manunggaling Kawulâ-Gusti, di mana seorang pemimpin bisa menjadi teladan yang baik, bisa menjalankan pemerintahan dengan baik, bersama seluruh pegawai Pemkot untuk bekerja bersama dalam memberikan pelayanan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Yogya,” katanya. (*)
