Kurangi Aktivitas yang Berisiko Memicu Karhutla di Lereng Merbabu

“Apabila diketahui ada orang yang menyalakan api saat beraktivitas di lereng gunung Merbabu, warga akan mendatangi dan mengingatkan agar segera memadamkan api guna mengurangi risiko karhutla,” lanjutnya.

Bayu juga menyampaikan, sebagian vegetasi yang ada di lereng gunung Merbabu –saat ini– dalam kondisi kering, yang ditandai dengan mengeringnya dedaunan dan ranting tanaman perdu, semak dan rumput sabana yang ada di kawasan lereng hingga puncak gunung Merbabu.

Sehingga kewaspadaan terhadap risiko terjadinya karhutla terus ditingkatkan di kawasan lereng gunung Merbabu. Termasuk juga di wiayah lainnya seperti Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang.

Melalui kewaspadaan ini risiko terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan akan dapat diminimalkan. “Kami berharap, kebakaran hebat seperti tahun 2023 lalu dapat dihindarkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan menyampaikan, kewaspadaan terhadap ancaman karhutla di daerahnya terus ditingkatkan.

Sejak wilayah Kabupaten Semarang memasuki musim kemarau tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bahkan juga telah menetapkan siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *