Kurangi Aktivitas yang Berisiko Memicu Karhutla di Lereng Merbabu

“Kita sampaikan, kondisi gunung Merbabu pada musim kemarau seperti sekarang ini sangat rawan terhadap bahaya karhutla. Maka masing- masing supaya bisa mengantisipasi, berkaitan dengan aktivitas pendakian gunung Merbabu,” tegas Alex.

Seperti diketahui, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di lereng Merbabu pada 27 – 30 Oktober 2023 atau di penghujung musim kemarau tahun lalu, menjadi kebakaran yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir,

Sedikitnya 848,5 hektare lahan dan hutan di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) terdampak dalam peristiwa kebakaran yang berlangsung hanya dalam waktu tiga hari (27 – 30 Oktober 2023) tersebut.

Selain itu, ratusan warga di sejumlah dusun di kawasan terdampak karhutla juga diungsikan setelah mengalami gangguan kesehatan, akibat dampak asap tebal yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut.

Tak hanya itu, jaringan pipa air bersih untuk sejumlah desa yang ada di lereng gunung Merbabu rusak setelah jaringan pipanya ikut terbakar. Akibatnya, pasokan air bersih untuk kebutuhan ribuan warga di lereng gunung Merbabu juga terganggu.

Seperti warga yang bermukim di sejumlah dusun di wilayah Desa Tajuk, Desa Batur, Wates dan juga di wilayah Desa Kopeng, Kecamatan Getasan. (bow)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *