8 Desa di Jateng Jadi Percontohan Graduasi Pengentasan Kemiskinan

Dengan adanya program tersebut, lanjut sekda, program pengentasan kemiskinan di wilayahnya bisa lebih akseleratif.

Angka kemiskinan di Jawa Tengah pada 2024 adalah 9,58 persen. Jumlah tersebut turun dari 2023 yang mencapai 10,77 persen. Penurunan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi seluruh stakeholder terkait, termasuk dengan pemerintah kabupaten/ kota.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur menambahkan, kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono itu merupakan rangkaian proses persiapan graduasi bansos melalui pemberdayaan masyarakat. Bantuan sosial untuk penanganan masyarakat miskin, merupakan salah satu program atau kebijakan, untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

Pada 2025, dari jumlah penduduk Jawa Tengah yang 37,61 juta jiwa, terdapat sebanyak 19.748.428 jiwa, atau 52 persen di antaranya masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Dikatakan, program graduasi bantuan sosial ini sebagai akselerasi pengentasan penduduk miskin. Program tersebut diarahkan pada beberapa aspek daya ungkit penurunan kemiskinan, di antaranya peningkatan kualitas hidup melalui peningkatan pendapatan, pemberdayaan bidang ekonomi, peningkatan akses sumber daya, dan pelayanan sosial dasar.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *