“Pasar kami untuk jenis sayuran yang bukan mass market (pasar massal). Istilahnya produk premium. Harga jual jenis sayuran premium ini lebih mahal,” terangnya.
Menurut Eko, saat ini belum banyak petani yang tertarik menanam sayuran jenis nonlokal. Persaingan di ceruk usaha ini tidak sekeras persaingan harga di pasar sayuran konvensional.
Harga satu kilogram bit merah di tingkat petani saat ini berkisar Rp5.000. Nilai harga bisa lebih mahal tergantung kualitas sayuran.
Padahal, kata Eko, perawatan sayuran jenis nonlokal lebih mudah. Masa panen sayuran jenis nonlokal lebih pendek dibanding sayuran pada umumnya.
“Kelebihannya tanaman ini umurnya pendek, Jadi perputarannya (panen) cepat. Contoh bit ini sudah bisa dipanen umur 50 hari. Horenso itu umur tanam satu bulan sudah bisa panen raya,” ujar Eko.
Bandingkan dengan kubis yang baru bisa dipanen pada usia tanam sekitar tiga bulan. Masa panen cabai bahkan lebih lama lagi, antara empat sampai lima bulan setelah ditanam.
