Capaian kunjungan tersebut turut berdampak positif pada pendapatan. Pada tahun 2025, pendapatan Taman Pintar berhasil melampaui target. “Alhamdulillah, pendapatan kami tercapai sekitar 100,85 persen dari target, dengan total kurang lebih Rp14,45 miliar. Ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp14,3 miliar,” ungkapnya.
Karmila menjelaskan mayoritas pendapatan masih bersumber dari tiket pengunjung. “Sekitar 70 persen pendapatan berasal dari penjualan tiket dan wahana, sementara sisanya dari sektor lain seperti pemanfaatan area,” katanya.
Memasuki tahun 2026, pengelola Taman Pintar menyiapkan sejumlah rencana pengembangan. Setelah melakukan penambahan dan penyegaran wahana di dalam Gedung Oval dan zona edukasi lainnya pada 2025, tahun depan fokus diarahkan pada peremajaan fasilitas.
“Kami akan terus melakukan refresh wahana secara bertahap. Salah satu perencanaan besar adalah perbaikan playground di sisi timur, dekat area air mancur menari, terutama pada bagian lantainya,” jelas Karmila.
Namun demikian, realisasi rencana tersebut masih menunggu kesiapan anggaran.
Terkait fasilitas parkir, Karmila menegaskan pengelola Taman Pintar tidak secara langsung mengelola area parkir.
