Ubah Paradigma Persampahan, Pemkot Magelang Berlakukan Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Magelang menyerahkan bantuan sarana pengelolaan sampah berupa 142 gerobak sampah, 120 timbangan pegas, 1.593 keranjang pemilah, 2.575 karung, dan 16 kendaraan roda tiga.

Kepala Bapperida Kota Magelang, Handini Rahayu, menjelaskan bahwa program lingkungan ini dirancang dengan indikator yang terukur. Berdasarkan data RPJPD, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Magelang terus meningkat dari 47,03 pada 2020 menjadi 71,44 pada 2025.

“Dalam RPJPD 2025–2045, baseline IKLH 2025 ditetapkan 71,44 dan ditargetkan naik menjadi 71,48 pada 2029. Sementara indikator timbulan sampah terolah ditargetkan naik dari 19,95 persen menjadi 22,62 persen pada 2029,” jelas Handini.

Di sisi hilir, Pemkot Magelang menyiapkan penguatan fasilitas pengelolaan sampah di Bojong, Kelurahan Jurangombo Selatan, sebagai simpul pemilahan dan penanganan residu skala kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, M.S. Kurniawan, menyebutkan bahwa konsep tersebut membuka peluang ekonomi sirkular, di mana sampah diolah menjadi kompos, bahan baku, maupun produk daur ulang.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *